
Banjir kembali melanda Ibu Kota. Kali ini, sebanyak 49 RT di Jaksel dan Jaktim terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari. Genangan air terjadi di berbagai titik dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 cm hingga lebih dari 1 meter.
Bencana banjir ini menjadi pengingat serius akan persoalan klasik yang belum juga terselesaikan di Jakarta, yaitu sistem drainase yang buruk, urbanisasi yang tak terkendali, serta minimnya ruang terbuka hijau.
49 RT di Jaksel dan Jaktim Terendam Banjir, Warga Mengungsi
Hujan yang terjadi selama lebih dari 4 jam sejak pukul 02.00 dini hari mengakibatkan aliran sungai di sejumlah titik meluap. Berdasarkan pantauan BPBD DKI Jakarta, 49 RT di Jaksel dan Jaktim terendam banjir, terdiri dari:
-
29 RT di Jakarta Timur
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Duren Sawit, Cakung, dan Kramat Jati. Di Duren Sawit, air sempat mencapai 80 cm dan menyebabkan puluhan rumah warga tergenang. -
20 RT di Jakarta Selatan
Wilayah Kebayoran Lama, Pesanggrahan, dan Pancoran menjadi titik terdalam, dengan ketinggian air mencapai 1 meter di beberapa titik permukiman padat. - BPBD dan Dinas Sosial langsung mengerahkan petugas untuk mengevakuasi warga serta mendistribusikan bantuan darurat seperti makanan, obat-obatan, dan selimut.
Faktor Penyebab Banjir dan Kerusakan Infrastruktur
Banjir di wilayah Jakarta bukan hal baru, dan kenyataan bahwa 49 RT di Jaksel dan Jaktim masih terendam menunjukkan bahwa persoalan struktural belum berhasil diatasi.
Beberapa penyebab utama antara lain:
-
Drainase Tersumbat
Banyak saluran air dipenuhi sampah dan lumpur, menyebabkan air tidak mengalir dengan lancar. -
Alih Fungsi Lahan
Pembangunan tanpa memperhatikan tata ruang yang ramah lingkungan membuat air hujan sulit terserap. -
Minimnya RTH (Ruang Terbuka Hijau)
Kurangnya area resapan memperburuk kondisi saat intensitas hujan tinggi.
Selain itu, beberapa pompa air yang tersebar di wilayah Jakarta dilaporkan mengalami gangguan teknis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanggulangan banjir saat ini.
Langkah Pemerintah dan Tanggapan Warga
Gubernur DKI Jakarta dalam keterangannya menyebutkan bahwa pihaknya akan memaksimalkan peran petugas PPSU dan Dinas Sumber Daya Air untuk mengatasi banjir.
Warga berharap kejadian seperti ini tidak terus berulang. Salah satu warga Duren Sawit, Yuni (34), mengatakan bahwa banjir kali ini lebih tinggi dari biasanya. “Biasanya cuma sebetis, sekarang sudah sampai dada. Barang-barang banyak yang rusak,” ujarnya.
Di sisi lain, para relawan dan komunitas lokal turut membantu proses evakuasi dan distribusi logistik. Solidaritas masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi bencana seperti ini.
Solusi Jangka Panjang Diperlukan
Fakta bahwa 49 RT di Jaksel dan Jaktim terendam banjir menunjukkan bahwa penanganan banjir di Jakarta membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Bukan hanya soal pompa dan saluran air, tapi juga perlu perbaikan pada perencanaan kota, kesadaran masyarakat, dan ketegasan dalam pengawasan tata ruang.
Dengan langkah strategis yang konsisten dan kerja sama semua pihak, Jakarta masih punya harapan untuk keluar dari siklus banjir yang terus berulang setiap musim hujan.
Baca Juga : 32 Orang Tewas di Gaza Dikarenakan Operasi Militer Israel.